Mimpi dan Korea
Hari ini, saya memberanikan diri untuk menulis mengenai diri saya sendiri. Sebuah cerita yang belum dapat dikatakan hebat, karena saya memulai beberapa hal dengan banyak kekurangan dalam diri saya. Sebagai seseorang yang tak cukup pandai bersosialisasi, hal tersebut menjadikan beban dalam diri saya untuk mengembangkan diri. Suatu saat saya tersadar, bahwa saya harus berubah untuk menjadi lebih baik dan menentukan bagaimana proses dan mimpi yang saya jadikan tujuan di masa depan. Berbahagia di masa depan adalah impian semua orang. Saya berpikir, bahwa bahagia dapat datang dari mana saja, namun bentuk kebahagiaan tetap menjadi pilihan kita sepenuhnya.
Sebagai pelajar dan mahasiswa tentu merasakan kejenuhan terhadap akademik. Berproses yang baik adalah menyeimbangkan segala hal, mulai dari membagi waktu untuk usaha hingga waktu untuk berbahagia dan memberikan tubuh istirahat sejenak. Cerita tentang saya dan Korea dimulai saat tahun 2012. Saat itu, saya mengenal budaya Kpop melalui Super Junior dengan lagunya Mr. Simple dan SNSD dengan lagunya yang berjudul The Boys. Ketika itu, saya masih sekadar mengagumi dunia hiburan di Korea Selatan. Seiring berjalannya waktu, saya menjadi sangat tertarik dengan segala aspek yang berhubungan dengan Korea. Hal tersebut terjadi setelah saya menonton salah satu MV milik Super Junior dan SNSD yang berjudul SEOUL. Musik dalam video tersebut menggambarkan begitu cantiknya Kota Seoul di pagi hari hingga malam hari, dengan ikonik khas yaitu Namsan Tower pada awal video tersebut. Bagi saya, budaya Kpop menjadi hiburan pribadi saat saya merasa jenuh dengan kehidupan nyata, khususnya dalam akademik. Tak hanya itu, budaya Kpop juga membuat hubungan pertemanan saya semakin erat, yang mana diantara kami saling membicarakan minat yang besar terhadap Korea.
Semakin tumbuh sebagai seorang remaja, saya merasa bahwa ketertarikan terhadap Korea, ingin saya kembangkan lebih dalam kembali. Sebagai pribadi yang masih dikenal kurang baik bersosialisasi dan tidak cukup berani untuk mencoba hal baru, tentu menjadi tangangan saya dalam mengembangkan diri lebih baik. Tepatnya, pada tahun 2021, saya mulai mengenal lebih dalam tentang UNICEF sebagai organisasi di bidang perlindungan hak-hak anak, melalui Choi Siwon. Choi Siwon sebagi idola pertama saya di Kpop merupakan Duta Regional Asia Pasifik UNICEF, yang mana saat itu Siwon berkesempatan menjadi salah satu pembicara dalam Konferensi Kebaikan Indonesia yang diadakan oleh UNICEF Indonesia. Berkat hal tersebut, saya mencoba memberanikan diri untuk mengikuti seleksi sebagai delegasi dalam konferensi tersebut. Seleksi tersebut berjalan selama sekitar satu minggu dengan membuat postingan rutin mengenai kebaikan adalah hal yanh keren, hingga hak-hak dalam kehidupan sosial. Selain ingin bertemu dengan narasumber hebat, saya juga ingin menyampaikan keresahan di lingkungan sekitar mengenai bullying hingga pelecehan fisik secara verbal. Pada 26-28 Juni 2021, saya berhasil menjadi delegasi terpilih dalam Konferensi Kebaikan Indonesia 2021. Kami sebagai delegasi tidak hanya menerima ilmu saja dari para narasumber, namun kami juga membuat beberapa proyek sosial dan pendidikan di tiap-tiap daerah masing-masing. Pengalaman ini memberikan pesan yang berharga bagi saya, bahwa setiap niat kebaikan pasti akan dimudahkan prosesnya.
Cerita berlanjut dengan pengalaman baru saya sebagai seorang kreator konten. Sebagai pengguna media sosial, saya masih sebatas hobi tak terarah dalam membuat konten sehari-hari. Suatu ketika, saya merasa tertantang untuk mengikuti tantangan video kreatif yang diadakan oleh Prudential. Saat itu, saya termotivasi untuk mengikuti tantangan tersebut, karena saya ingin menyalurkan hobi agar lebih matang dan memengkan hadiah utama. Meski membuat konten dengan peralatan seadanya, saya cukup percaya diri untuk mencoba hal baru. Setidaknya, saya mencoba untuk maju dan melakukan hal yang benar-benar saya cintai. Tidak saya sangka, bahwasannya saya menjadi bagian dari pemenang 120 tiket Fanmeeting SuperM pada 7 Agustus 2021. Tentu, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan teman-teman yang selalu mendukung saya, mengingat tantangan tersebut juga diikuti oleh beberapa kreator konten yang sudah ahli. Pengalaman bertemu idola meski secara daring ini mengajarkan banyak hal kepada saya, bahwa hal-hal baru memang perlu dicoba agar kita lebih mengenal hal tersebut. Berkat pengalaman sebelumnya, saya juga merealisasikan bahwa dengan bersosialisasi, kita dapat lebih unggul dibandingkan sebelumnya, karena kita telah memiliki dukungan untuk berkembang.
Seiring berjalannya waktu, saya merasa butuh suatu perkumpulan yang memiliki minat begitu besar terhadap Korea, disamping budaya Kpop. Saat itu, saya mengenal komunitas Sahabat Korea melalui rekan saya yang mengikuti Konferensi Kebaikan Indonesia sebelumnya. Maka pada awal tahun 2022, saya mencoba untuk mendaftar sebagai Sahabat Korea 2022, namun masih gagal. Dari kegagalan tersebut, saya menjadi belajar banyak, khususnya dalam berpikir kritis untuk menganalisis sesuatu. Saya sadar bahwasannya saya gagal menjadi Sahabat Korea 2022, karena beberapa media sosial milik saya belum menunjukkan performa seseorang yang memiliki ketertarikan pada 2022. Maka pada pertengahan 2022, saya memulai untuk membuat beberapa konten mengenai Korea di Instagram sebagai portofolio, bilamana mendaftar Sahabat Korea berikutnya. Tepat pada awal tahun 2023, saya kembali mendaftar Sahabat Korea 2023 dengan harapan memiliki peluang lebih besar dibandingkan sebelumnya. Saat itu, saya membuat video mengenai hubungan kerja sama antara Korea Selatan dan Indonesia. Setelah usaha yang dirasa cukup besar, saya berhasil menjadi bagian dari Sahabat Korea 2023, yang mana kami berkesempatan untuk memperingati 50 Tahun Persahabatan antata Korea dan Indonesia secara langsung. Dengan bergabung dalam Sahabat Korea 2023, saya berharap dapat memberikan kontribusi secara langsung bersama rekan-rekan lainnya pada kegiatan berikutnya, yang mana selama ini masih terkendala dalam transportasi dan akomodasi akibat jangkauan tempat yang cukup jauh.
Perjalanan sebagai kreator konten video terus berjalan hingga bulan Maret 2023. Saat itu, saya sedang mengikuti tantangan video melalui media sosial TikTok untuk membuat konten tentang produk kecantikan lokal, yaitu Wardah. Saat pembuatan konten tersebut, saya mengalami beberapa kendala yang harus dilewati. Saat itu, saya juga masih tergabung dalam penelitian skripsi di laboratorium, yang mana penelitian saya masih dinilai gagal, sehingga harus mengulangi eksperimen tersebut. Tak hanya itu, saya juga terkendala dengan produk kecantikan yang telah saya beli untuk membuat konten, yang mana produk tersebut mengalami beberapa permasalahan di perjalanan pengiriman barang. Berkat keteguhan dan kepercayaan dari orang-orang sekitar, saya mencoba memanajemen semua masalah tersebut sehingga pembuatan konten video dapat terselesaikan dengan baik. Berkat doa dan dukungan, saya berhasil mendapatkan tiket konser Born Pink Blackpink. Saya masih ingat bahwa hal tersebut masih seperti mimpi, karena hal itu adalah pengalaman pertama saya menonton konser. Sepanjang konser berjalan, saya sangat antusias bernyanyi bersama para member Blackpink, yang mana lagu-lagu mereka sering menemani saya saat belajar mempersiapkan untuk masuk perguruan tinggi negeri. Pengalaman ini, saya menjadi tersadar bahwa pentingnya dalam memanajemen wakyu dan urusan sehari-hari, sehingga kita mampu mengusahakan solusi-solusi dari permasalahan yang mungkin dapat muncul nantinya.
Saya harap cerita di atas belumlah usai. Saya masih ingin melanjutkan hal-hal menarik dan hebat lainnya bersama Korea. Saya terbesit banyak hal untuk berkembang bersama Korea, seperti ingin menonton konser NCT suatu hari nanti, belajar S2 di Korea melalui Global Korea Scholarship, hingga berkarir sebagai seorang scientist di perusahaan yang menjadi simbol kerja sama Korea dan Indonesia di bidang industri dan manufakur.
Mimpi-mimpi tersebut memanglah tidak mudah. Berposes menuju mimpi besar tersebut tentu perlu diiringi usaha yang hebat. Suatu kali, saya pernah merasa tidak percaya diri dan merasa rendah diri dengan lainnya. Saat itu, perasaan tersebur terobati ketika saya menonton musik video milik NCT yang berjudul Beautiful. Lagu tersebut juga menjadi lagu pertama yang mampu membuat saya menangis karena tersadar bahwa pentingnya percaya dan menjadi diri sendiri. Lagu tersebut juga mengajarkan kepada kita bahwa jangan lelah untuk berjuang dan jangan bosan dengan kegagalan yang dilalui.
You are the most important your life
So be yourself, be beautiful!
(NCT 2021 - Beautiful)








Komentar
Posting Komentar