Beranjak 2021

Merancang Niat dalam Membuka Lembaran Baru



 Assalamualaikum Wr Wb

Sembari melihat kalender. Waktu beranjak begitu cepatnya. Bukankah terasa sangat berbeda tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya?. Terkadang diri sering menyalahkan keadaan akan keterbatasan yang ada. Jikalau mengusik waktu lampau, toh kita masih menyalahkan keadaan dan keadaan, padahal kondisi saat itu jauh dari kata "keterbatasan". Ataukah kita terlalu takut untuk mengusik sesuatu yang seharusnya diusik?.

"Ah itu kan masa lalu"

Aku sempat bergumam dan bertanya-tanya akan alasan dibalik mengapa tidak mengungkit masa lalu?. Bagaimana dengan dosa-dosa yang telah kita perbuat di masa lampau?. Akankah terhapus?. Yakinkah akan terganti dengan amal baik?. Emang seberapa banyak sih amal kebaikan yang telah diperbuat?. Yakin?. Muhasabah !.

Jikalau terucap kata beranjak, tersematlah hal-hal semacam resolusi, perubahan, dan hal-hal semacam perencaan untuk masa depan. Pemikiran yang cukup baik untuk beranjak menuju hal baru. Komitmen yang cakap menuju jalan hijrah yang lebih baik. Niat

"Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan RasulNya, maka hijrahnya untuk Allah dan RasulNya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju" (HR. Bukhari dan Muslim)

Setiap amalan tergantung pada niat dan setiap orang akan mendapatkan balasan dari apa yang ia niatkan. Bukankah kita seharusnya meniatkan segala sesuatu kepada hal yang baik bila seperti itu kedepannya?

Create Your Dream !

Write Your Dream !

Draw Your Dream !

Ibnu Taimiyah ra mengatakan, "Niat itu letaknya di hati berdasarkan kesepakatan ulama. Jika seseorang berniat di hatinya tanpa ia lafazhkan dengan lisannya, maka niatnya sudah dianggap sah berdasarkan kesepakatan para ulama"

"Ah, buat apa sih niat (melakukan perencanaan, dkk) ? Toh, jalani aja kaya air mengalir!"

Baik buruknya seorang kita dalam beramal, bukankah berbasic pada niatnya?. Mudahnya begini, jikalau kita udah coba berniat dan ikhtiar untuk melakukan amal tersebut, tetapi Allah belum memperkenankan kita alias ada udzur. It's okay, kan?

Nabi SAW bersabda, "Jika salah seorang sakit atau safar, maka ia dicatat mendapat pahala seperti ketika ia keadaan mukim atau ketika sehat" (HR. Bukhari)

Amalan yang dilakukan sudah menjadi kebiasaan, lalu amalan ditinggalkan karena uzur, maka dicatat mendapat pahala amalan itu secara sempurna.

Nabi SAW bersabda, "Ia sesuai niatannya dan akan sama dalam pahala niatnya" (HR. Tirmidzi)

Jika amalan bukan menjadi kebiasaan, lalu sudah berniat mengamalkannya namun terhalang, akan diperoleh pahala niatnya (saja).

MasyaaAllah. Allah Maha Baik. Begitu indahnya konsep niat dalam beramal. Terkadang, seorang aku masih suka lalai. Ah, bukan suka, lebih tepatnya sering kali ya?. Astaghfirullah.

Jadi, apa kabar resolusi/rencana/niat Anda selanjutnya?

Menangis :"). Canda, Kawan !

Keep Hamasah menuju lembaran baru yang lebih baik. Lembaran baru yang lebih bermanfaat bagi banyak orang.


Wallahu a'lam bishshawab

Wassalamualaikum Wr Wb


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Who Am I ? | Connectedness

Untaian Kata Penghujung Kedua