Who Am I ? | Connectedness

Assalamualaikum Wr Wb


Sumber : pinterest


"Bagiku, connectedness itu seperti ikatan ionik antara H dengan Cl. Keduanya memiliki keelektronegatifan yang berbeda jauh, namun berikatan kuat. Sama halnya dengan bakat connectedness, kita dapat mengaitkan hubungan sebab akibat kejadian pada masa lampau dengan masa kini"


Connectedness itu keterhubungan atau keterikatan. Honestly, secara pribadi aku tidak sadar bahwa connectedness merupakan bakat dari seorang diri. Maybe, kebanyakan dari kita lebih terpaku untuk insecure dan cenderung bingung tentang bakat yang dimiliki. Bagaimana bisa aku menemukan bakatku?. Berawal dari talents mapping, semacam tes psikologi cuma ini bawaannya lebih relax. Ok, kembali ke topik hehe.

Hasil talents mapping pribadiku, menunjukkan bakat di urutan pertamaku adalah connectedness. Tidak menyangka bila ini juga merupakan bakat. But, It's relate untukku !

Pernahkah kita merasa bahwa setiap kejadian yang kita alami, baik di masa lampau hingga masa kini itu saling berkaitan, dalam artian memiliki hubungan sebab akibat yang kuat ?. Ya, itu salah satu ciri-ciri pribadi yang memiliki bakat connectedness. Orang-orang connectedness cenderung penuh pertimbangan, perhatian, dan mudah menerima.

Berdasarkan beberapa sumber di bidang ilmu psikologi, bahwasannya orang-orang dengan bakat connectedness memiliki beberapa peran, seperti halnya konselor, pendengar yang baik, dan leader dalam tim.

Penuh pertimbangan. Tentunya dapat menjadi ion positif negatif bagi kami orang-orang connectedness dalam bertindak. Positifnya, cenderung lebih matang memikirkan suatu hal untuk ditindaklanjuti kedepannya. Sementara itu, sisi negatifnya adalah ketika kita memerlukan keputusan dalam waktu yang mendesak. Hal ini cenderung sulit bagi orang-orang connectedness dalam menyikapinya. Solution?. Try to lateral thinking !

Want to share my experience. Pribadi, aku sebagai orang connectedness memang cenderung memiliki pertimbangan yang banyak akan suatu hal alias overthinking. Sedikit-sedikit overthinking. Memang cenderung terlihat membosankan dan melelahkan ketika mengalaminya. Akan tetapi, aku merasakan dengan diriku overthinking aku bisa jadi lebih mengenal dan mudah menerima sesuatu akan kejadian-kejadian yang telah menghampiriku. Alhamdulillah, hal itu membawaku untuk selalu berprasangka baik terhadap banyak hal, khususnya kejadian di masa lalu dan telah digantikan akan hal-hal luar biasa oleh Allah SWT. Keterkaitan antar momen yang pernah melewati hidupku, seakan mengingatkan selalu bahwa janganlah lupa untuk bersyukur kepada Sang Pencipta. Jangan lupa kita telah belajar banyak hal akan hari-hari lampau. Percayalah terhadap miracle moment dariNya pada waktu yang akan mendatang ! Rajinlah mendekat kepadaNya and keep fighting !







Jujur ini bukan gaya penulisanku seperti biasanya hehe. Apa karena ranahnya berbeda wkwk ?


Wallahu a'lam bishshawab

Wassalamualaikum Wr Wb



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beranjak 2021

Untaian Kata Penghujung Kedua